Kenapa Bisa Ada Industri Peer to Peer Lending

97c7e5c68a302e810375f3a852fc2015

Revolusi industri ke empat atau yang kita kenal dengan industry 4.0 mendorong beberapa issue terbaru yang akan menjadi arah peta ekonomi global. Salah satunya adalah konsep sharing economy. Konsep sharing economy ini adalah tentang bagaimana sebuah platform menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai sisi. Sehingga semuanya salin mendapatkan keuntunga. Contohnya Gojek. Hadirnya aplikasi gojek membuat lebih banyak orang memiliki kesempatan untuk mencari nafkah. Di lain sisi, gojek memberikan kita solusi transportasi yang lebih mudah dan lebih murah.

Begitulah bagaimana sharing economic bekerja. Kedua sisi, sama-sama menang.

ini-perbedaan-krisis-ekonomi-1998-2008-dan-2013-versi-bi

Tak bisa di pungkiri bahwa krisis global 2008 menjadi luka mendalam bagi banyak orang. Pada masa tersebut, banyak bank mengalami gagal bayar sehingga banyak nasabah merasa dirugikan dan mulai tidak mempercayai bank.

Pasca kejadian tersebut pun konon kabarnya, bank masih tidak juga berbenah. Layanan mereka tak semakin baik, masih ada “hidden charge”, dan pasca krisis tentunya mereka masih sebuk melakukan recovery pada keuangan internalnya.

Inilah yang mendorong masyarakat mulai melirik alternatif investasi yang.

interest-rates

Jika kamu terbiasa berinvestasi deposito, jangan kaget jika melihat imbalhasil di peer to peer lending bisa lebih besar.

Ini karena pada industri peer to peer lending, imbalhasil yang kamu terima adalah sama dengan yang dibayarkan oleh peminjam.

Sedangkan pada bank, dana yang mereka kumpulkan lewat deposito, di kembangkan dengan cara memberikan pinjaman dengan bunga hinga 30% dan mengembalikan kepada mu hanya 5%. Mereka ambil margin selisihnya.

A businessman checking stock charts on a mobile device. Technology and work on the go.

Pada saat kuliah dulu, sekitar tahun 2012an, ketika saya ingin mencoba untuk berinvestasi, saya kesulitan memulainya. Deposito misalnya, untuk memulai deposito, kita harus datang ke bank. Minimum investasinya pun sangat lah besar.

Sekarang untuk memulai investasi, kamu bisa memulainya dari handphone kamu. Dan saat ini bahkan kamu bisa berinvestasi dengan modal Rp. 100.000

Seiring berkembangnya zaman, disrupsi pasti akan terus terjadi. Fintech, ojek online, marketplace, mungkin 10 tahun lagi adalah perusahaan konvensional itu sendiri dan akan di disrupsi oleh industri baru.

Tugas kita adalah untuk selalu up to date. Jangan mau ketinggalan jaman, dan nikmati hasilnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *