Kenapa Bisa Ada Industri Peer to Peer Lending

Kemajuan teknologi informasi dalam beberapa dekade ini mendorong kemajuan pada banyak hal. Kemajuan teknologi informasi ini mendorong munculnya industri industri baru yang menggerus industri konvensional.

Disrupsi-pun akhirnya tak terhindarkan. Ojek online hadir mendisrupsi bisnis transportasi. Marketplace hadir mendisrupsi pusat perbelanjaan. Bahkan di industi keuangan, kini muncul yang kita kenal dengan fintech atau financial technologi.

Di Indonesia, fintech itu identik sama pinjaman online / pinjol. Padahal fintech sendiri masih terbagi menjadi beberapa jenis

  1. Fintech Payment yang bisa kamu gunakan untuk bayar bayar. Contohnya : Ovo, gopay, linkaja
  2. Fintech Market Agregator yang bisa kamu gunakan untuk membandingkan produk finansial. Contohnya: Bareksa
  3. Fintech Risk Management yang bisa memberimu arahan dalam mengatur keuangan. Contohnya: aturduit
  4. Fintech Peer to Peer Lending yang bisa kamu jadi sebagai alternatif investasi atau mendapatkan modal usaha.

Fintech peer to peer lending sendiri kini menjadi alternatif investasi yang booming banget dikalangan milenial. Bahkan tak jarang yang menjadikannya sebagai pilihan utama dalam berinvestasi. Terus, kok industri peer to peer lending ini bisa ada sih?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *